7 teman hanya 1 sampai ke akhirat….

Renungan ..

7 MACAM TEMAN
(hanya 1 yg sampai di akhirat)

  1. Ta’aarufan (تعارفا), yaitu teman kenal secara kebetulan, seperti bertemu di kereta, halte bis, cafe dll
  2. Taariikhiiyan (تاريخيا),
    yaitu teman karena faktor sejarah, seperti teman sekampung, sekost, se’almamater dll.
  3. Ahammiyatan (اهمية )
    yaitu teman karena kepentingan (teman bisnis, politik, dll)
  4. Faarihan (فارحا),
    yaitu teman karena sehobby (hobby motor, nyanyi, futsal dll.)
  5. Amalan (عملا),
    yaitu teman karena profesi, seperti dokter, guru dll.
  6. ‘Aduwwan (عدوا),
    yaitu teman yg terlihat seperti baik, tp sebenarnyab penuh kebencian..
  7. Hubban_lil iimaan (حبا للايمان)
    yaitu teman yg suka MENGINGATKAN-mu serta MENGAJAK-mu selalu KE JALAN الله SWT.

Dari ke 7 macam teman ini, no. 1-6 akan sirna di akhirat, & yg tersisa hanya teman no. 7.

namun teman no.7 ini selalu dipandang sebelah mata, selain dinilai sok alim, juga tidak menghasilkan manfaat duniawi (materi)

Padahal diakhirat nanti, temen no.7 inilah yg akan diberi SYAFAAT utk membantumu masuk ke dalam surgaNYA. Pertemanan dan persahabatan yang dilandaskan karena الله (QS 49:10).

Apabila penghuni surga tdk menemui teman di dunianya, lalu bertanya kepada الله SWT :

“Yaa Rabb…kami tidak melihat sahabatku yang sewaktu di dunia, shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami.”

Maka الله SWT berseru :
“Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar dzarrah.”

(HR Ibnu Mubarokh)

Semoga PERTEMANAN KITA adalah pertemanan Hubban_Iil imaan yaitu teman yg suka saling MENGINGATKAN dan MENGAJAK selalu KE JALAN الله SWT

Semoga الله SWT bisa mengumpulkn kita di akhirat di dalam Surga atas Ridha gdan Rahmat dari Nya serta diJauhkan dr golongan Munafik, Penjilat dan Pendusta serta Musryikin.

آمين يارب العالمين
Semoga bermanfaat
By
D.RangkayoMarajo SIQ.SThI & Malin sati, S.Pd, Gr

Teory Jeruk Nipis (Allah tidak pernah Iseng)

ALLAH TIDAK PERNAH ISENG

Mari sedikit kita bermain imajinasi dengan Theory Jeruk Nipis
Bayangkan ada sebuah Jeruk Nipis berwarna hijau agak ke kuning2an.
Lalu Jeruk tersebut anda potong jadi dua.
Kemudian pegang salah satunya dan peraslah…
Sampai air tetesan nya mengucurr…

Apa yang anda rasakan..?
Asam bukan..?
Setiap tetesannya membuat anda menelan ludah.

Kalau imajinasi anda kuat sekarang anda sedang
Menelan air liur, saking asamnya betul..?

Padahal jeruknya tidak ada…

Tapi rasa asamnya terasa hingga anda harus menelan ludah.

Jika anda merasakan kejadian serupa itulah yang disebut
TEORI JERUK NIPIS.

Bahwa tubuh manusia dirancang untuk merespon apa yang dibayangkan.

Apa yang dipikirkan itulah yang jadi kenyataan.

Sehingga jika kita sedang menghadapi masalah
Lalu kita berpikir yang aneh-aneh…

Maka yang terjadi biasanya tubuh akan drop…

Kemungkinan jatuh sakit bahkan depresi…

Padahal semua kekhawatiran itu belum tentu terjadi.

Kita sebenarnya sedang “meneteskan Jeruk nipis” di kehidupan kita.

Semakin banyak tetesannya semakin berat masalahnya.

Kuncinya ada dalam pikiran.

Jika air liur saja bisa dipancing hanya dengan memikirkan sebuah jeruk.

Maka sebetulnya masalahpun bisa diatasi dengan permainan pikiran.

Maaf….

Coba anda perhatikan orang yang kelainan jiwa…

Secara fisik mereka sehat.

Namun mereka hidup di dunia yang berbeda.

Mereka menciptakan dunianya sendiri.

Jeruk Nipis yang mereka teteskan terlalu banyak.

Sehingga muncul lawan bicara yang begitu nyata.
Yang bisa diajak bicara.

Sekarang ubah Mindset anda
Jika didera masalah bertubi-tubi anggap itu “proses pondasi”

Bahwa Allah hendak membangun Hotel berlantai 100.

Bayangkan sebuah proyek Hotel dengan tinggi 100 lantai.

Pondasinya pasti dalam sekali dan kuat sekali.

Dan pengerjaannya pun pasti lama.

Jika pondasinya selesai dia akan mampu menopang beban
Hingga 100 lantai sekalipun …

Allah tidak iseng memberi kita masalah.

Dia ingin kita kuat bukan ingin kita sekarat.

Maka berhati-hatilah dengan pikiran anda…

Berbaik sangkalah maka kehidupan pun atas ijin Allah akan membaik.

Berfikir baik dan berbuat baik terhadap orang lain menjadikan kita awet muda.

Usia hanya angka….
jiwa tetap semangat muda..

Semangat dalam menebar benih² kebaikan.

Tak usah pedulikan orang yg tak suka kita.

Toh kita tak pernah tau….
Amalan mana yang kelak akan membimbing kita ke Syurga.

Kenali mahram mu dari sekarang

KENALI MAHRAM MU DARI SEKARANG

Mahram kamu (untuk perempuan) adalah:

1. Ayah
2. Kakek
3. Anak
4. Cucu
5. Saudara sekandung
6. Saudara seayah (beda ibu)
7. Saudara seibu (beda ayah)
8. Keponakan lelaki dari saudara/i kamu yg sekandung, atau yg hanya seayah, atau yg hanya seibu denganmu
9. Paman dari saudara ayah atau saudara ibu
10. Suami ibu (ayah tiri) atau mantan suami ibu (syarat: sdh berhubungan badan dgn ibu)
11. Anak lelaki suami yg dibawa dari pernikahannya sebelumnya dan anak lelaki dari mantan suami
12. Mertua atau mantan mertua
13. Menantu atau mantan menantu
14. Saudara sesusuan dan siapa saja yg merupakan mahram saudara sesusuanmu dari nasab dia, maka menjadi mahrammu juga

Untuk mahram laki-laki sama seperti poin di atas, hanya diganti perempuan semua (ibu, nenek, saudari sekandung, dst).

Nah SELAIN DARI POIN 1-14… itu BUKAN mahram kamu.* Mereka ga boleh bersentuhan dan bersalaman dgn kamu, ga boleh liat aurat kamu, dan ga boleh nemenin kamu safar.

_CATATAN_
*❗Sepupu bukan mahram*
*❗Ipar bukan mahram*
*❗Anak angkat atau anak asuh bukan mahram*
*❗Ayah angkat bukan mahram*
*❗Suaminya tante (suami dari saudarinya ibu atau ayah) juga bukan mahram

———————–

Jadi kalo besok lebaran kamu ketemu *sama lelaki SELAIN DARI POIN 1-14 dan yg disebut dlm CATATAN di atas ini, kamu DILARANG salaman yaa.*

Rasulullah ﷺ bersabda:

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

*”Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.”* (HR. Thobroni)

Kadang sebagian orang merasa “ga enak” kalau ga jabat tangan dengan lawan jenis bukan mahramnya..

Tapi anehnya, dia tidak merasa “ga enak” saat melanggar perintah Rosululloh…

So, saatnya introspeksi, ubah pola pikir kita, tentukan sendiri pilihanmu:

➡ Pilih “ga enak” sama manusia, atau “ga enak” sama Rosululloh..

➡ Pilih ridho manusia, apa pilih ridho Alloh..

➡ Pilih merasa “aman” di dunia yg sesaat, atau “aman” di akhirat yg abadi..

🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

Pesan ayah

●PESAN AYAH●

Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia memberi pesan kepada kedua anaknya :

“Anakku, dua pesan penting yg ingin ayah sampaikan kepadamu untuk keberhasilan hidupmu

Pertama: jangan pernah menagih piutang kepada siapapun

Kedua: jangan pernah tubuhmu terkena terik matahari secara langsung”

5 tahun berlalu sang ibu menengok anak sulungnya dg kondisi bisnisnya yg sangat memprihatinkan, ibu pun bertanya “Wahai anak sulungku kenapa kondisi bisnismu demikian?”

Si sulung menjawab : “Saya mengikuti pesan ayah bu… Saya dilarang menagih piutang kepada siapapun sehingga banyak piutang yg tidak dibayar dan lama² habislah modal saya..

Pesan yang kedua ayah melarang saya terkena sinar matahari secara langsung dan saya hanya punya sepeda motor, itulah sebabnya pergi dan pulang kantor saya selalu naik taxi”

Kemudian sang ibu pergi ke tempat si bungsu yang keadaannya berbeda jauh. Si bungsu sukses menjalankan bisnisnya.
Sang ibu pun bertanya “Wahai anak bungsuku, hidupmu sedemikian beruntung, apa rahasianya…?”

Si bungsu menjawab : “Ini karena saya mengikuti pesan ayah bu.. Pesan yg pertama saya dilarang menagih piutang kepada siapapun. Oleh karena itu saya tidak pernah memberikan hutang kepada siapapun tetapi saya beri sedekah sehingga modal saya menjadi berkah”.

“Pesan kedua saya dilarang terkena sinar matahari secara langsung, maka dg motor yg saya punya saya selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam, sehingga para pelanggan tahu toko saya buka lebih pagi dan tutup lebih sore”.

Perhatikan..
Si Sulung dan Si Bungsu menerima pesan yang SAMA, namun masing²memiliki penafsiran dan sudut pandang atau MINDSET berbeda. Mereka MELAKUKAN cara yg berbeda sehingga mendapatkan HASIL yg berbeda pula.

Hati²lah dg Mindset kita..

Mindset positif memberi hasil menakjubkan, sebaliknya mindset negatif memberikan hasil menghancurkan.

Semoga menjadi renungan kita 💪

The choice is yours!

*100 PERINTAH ALLAH PADA MANUSIA YANG TERCATAT DI DALAM QURAN.*

*100 PERINTAH ALLAH PADA MANUSIA YANG TERCATAT DI DALAM QURAN.*

*1. Jangan berkata kasar.*
(QS 3 – Ali Imran : 159)

*2. Tahanlah marah.*
(QS 3 – Ali Imran : 134)

*3. Berbaiklah kepada orang lain.*
(QS 4 – An Nisaa’ : 36)

*4. Jangan sombong dan congkak.*
(QS 7 – Al A’raaf : 13)

*5. Maafkanlah kesalahan orang lain.*
(QS 7 – Al A’raaf : 199)

*6. Berbicaralah dengan nada halus dan bersopan.*
(QS 20 – Thaahaa : 44)

*7. Rendahkanlah suaramu.*
(QS 31 – Luqman : 19)

*8. Jangan mengejek orang lain.*
(QS 49 – Al Hujuraat : 11)

*9. Berbaktilah pada orang tua (ibu bapa).*
(QS 17 – Al Israa’ : 23)

*10. Jangan mengeluarkan kata yang tidak menghormati orang tua ( ibu bapa).*
(QS 17 – Al Israa’ : 23)

*11. Jangan memasuki kamar peribadi ibu bapa tanpa izin.*
(QS 24 – An Nuur : 58)

*12. Catatlah hutang-hutangmu.*
(QS 2 – Al Baqarah : 282)

*13. Jangan mengikuti orang secara membabi buta.*
(QS 2 – Al Baqarah : 170)

*14. Berikanlah lanjutan waktu bila orang yang berhutang kepadamu dalam kesempitan.*
(QS 2 – Al Baqarah : 280)

*15. Jangan makan riba’/membungakan uang*
(QS 2 – Al Baqarah : l

*16. Jangan melakukan sogok/ raswah*
(QS 2 – Al Baqarah : 188)

*17. Jangan ingkar atau melanggar janji*
(QS 2 – Al Baqarah : 177)

*18. Jagalah kepercayaan orang lain kepadamu*
(QS 2 – Al Baqarah : 283)

*19. Jangan campur adukan kebenaran dengan kebohongan*
(QS 2 – Al Baqarah : 42)

*20. Berlakulah adil terhadap semua orang*
(QS 4 – An Nisaa’ : 58)

*21. Tegakkanlah keadilan dengan tegas*
(QS 4 – An Nisaa’ : 135)

*22. Harta yang meninggal atau waris harus dibagikan kepada anggota keluarga ahli waris*
(QS 4 – An Nisaa’ : 7)

*23. Wanita memiliki hak waris*
(QS 4 – An Nisaa’ : 7)

*24. Jangan memakan harta anak yatim*
(QS 4 – An Nisaa’ : 10)

*25. Lindungi anak yatim*
(QS 2 – Al Baqarah : 220)

*26. Jangan memboroskan harta dengan sewenang-wenang.*
(QS 4 – An Nisaa’ : 29)

*27. Damaikanlah orang yang berselisih*
(QS 49 – Al Hujuraat : 9)

*28. Hindari perasangka buruk*
(QS 49 – Al Hujuraat : 12)

*29. Mencatat perjanjian hutang piutang*
(QS 2 – Al Baqarah : 283)

*30. Jangan memfitnah orang*
(QS 49 – Al Hujuraat : 12)

*31. Gunakan harta untuk kegiatan sosial*(QS 57 – Al Hadid : 7)

*32. Biasakan memberi makan orang miskin*
(QS 107 – Al Maa’uun : 3)

*33. Bantulah orang fakir yang berada di jalan Allah*
(QS 2 – Al Baqarah : 273)

*34. Jangan menghabiskan uang untuk bermegah-megah*
(QS 17 – Al Israa’ : 29)

*35. Jangan menyebut-nyebut tentang sedekahmu*
(QS 2 – Al Baqarah : 264)

*36. Hormatilah tamu anda*
(QS 51 – Adz Dzaariyaat : 26)

*37. Perintahkan kebajikan setelah kita melakukannya sendiri*
(QS 2 – Al Baqarah : 44)

*38. Jangan berbuat kerusakan di muka bumi*
(QS 2 – Al Baqarah : 60)

*39. Jangan menghalangi orang datang ke masjid*
(QS 2 – Al Baqarah : 114)

*40. Perangilah mereka yang memerangi mu*
(QS 2 – Al Baqarah : 190)

*41. Jagalah etika perang*
(QS 2 – Al Baqarah : 191)

*42. Jangan lari dari peperangan*
(QS 8 – Al Anfaal : 15)

*43. Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam*
(QS 2 – Al Baqarah : 256)

*44. Berimanlah kepada para Nabi*
(QS 2 – Al Baqarah : 285)

*45. Jangan melakukan hubungan suami-istri di saat haid*
(QS 2 – Al Baqarah : 222)

*46. Susuilah anak-anakmu selama dua tahun penuh*
(QS 2 – Al Baqarah : 233)

*47. Jauhilah zina di luar nikah*
(QS 17 – Al Israa’ : 32)

*48. Pilihlah pemimpin dari yang bertaqwa. Pilihlah pemimpin berdasarkan ilmu dan jasanya*
(QS 2 – Al Baqarah : 247)

*49. Jangan membebani orang di luar kesanggupannya*
(QS 2 – Al Baqarah : 286)

*50. Jangan mau dipecah belah*
(QS 3 – Ali Imran : 103)

*51. Renungkanlah keajaiban dan penciptaan alam semesta*
(QS 3 – Ali Imran 3 :191)

*52. Lelaki maupun wanita mendapat balasan yang sama sesuai perbuatannya*
(QS 3 – Ali Imran : 195)

*53. Jangan menikahi mereka yang sedarah denganmu*
(QS 4 – An Nisaa’ : 23)

*54. Keluarga harus di-imami oleh seorang lelaki*
(QS 4 – An Nisaa’ : 34)

*55. Jangan pelit atau kikir*
(QS 4 – An Nisaa’ : 37)

*56. Jangan iri hati*
(QS 4 – An Nisaa’ : 54)

*57. Jangan saling membunuh*
(QS 4 – An Nisaa’ : 92)

*58. Jangan membela ketidak jujuran atau kebohongan*
(QS 4 – An Nisaa’ : 105)

*59. Jangan bekerja-sama dalam dosa dan kekerasan*
(QS 5 – Al Maa-idah : 2)

*60. Bekerja samalah dalam kebenaran*
(QS 5 – Al Maa-idah : 2)

*61. Mayoritas bukanlah merupakan kriteria kebenaran*
(QS 6 – Al An’aam : 116)

*62. Berlaku adil*
(QS 5 – Al Maa-idah:8)

*63. Berikan hukuman untuk setiap kejahatan*
(QS 5 – Al Maa-idah : 38)

*64. Berjuanglah melawan perbuatan dosa dan melanggar hukum*
(QS 5 – Al Maa-idah : 63)

*65. Dilarang memakan binatang mati, darah dan daging babi*
(QS 5 – Al Maa-idah : 3)

*66. Hindari minum racun dan alkohol*
(QS 5 – Al Maa-idah : 90)

*67. Jangan berjudi*
(QS 5 – Al Maa-idah : 90)

*68. Jangan menghina keyakinan atau agama orang lain*
(QS 6 – Al An’aam : 108)

*69. Jangan mengurangi timbangan untuk menipu*
(QS 6 – Al An’aam : 152)

*70. Makan dan minumlah secukupnya*
(QS 7 – Al A’raaf : 31)

*71. Kenakanlah pakaian yang bagus di saat sholat*
(QS 7 – Al A’raaf : 31)

*72. Lindungi dan bantulah mereka yang meminta perlindungan*
(QS 9 – At Taubah:6)

*73. Jangan melaksanakan sholat dimasjid yang dibangun dengan kedengkian*
(QS 9 – At Taubah : 108)

*74. Jangan pernah putus asa akan pertolongan Allah*
(QS 12 – Yusuf : 87)

*75. Allah mengampuni orang yang berbuat dosa karena kebodohan*
(QS 16 – An Nahl : 119)

*76. Berserulah/ajaklah kepada jalan Allah dengan cara yang baik dan bijaksana*
(QS 16 – An Nahl : 125)

*77. Tidak ada seorangpun yang menanggung dosa orang lain*
(QS 17 – Al Israa’ : 15)

*78. Jangan membunuh anak-anakmu kerana takut akan kemiskinan*
(QS 17 – Al Israa’ : 31)

*79. Jangan mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki pengetahuan hukumnya tentang hal itu*
(QS 17 – Al Israa’ : 36)

*80. Jauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat*
(QS 23 – Al Mu’minuun : 3)

*81. Jangan memasuki rumah orang lain tanpa seizin pemilik rumah*
(QS 24 – An Nuur : 27)

*82. Allah menjamin balasan kebaikan hanya kepada mereka yang percaya kepada Allah*
(QS 24 – An Nuur : 55)

*83. Berjalanlah di muka bumi dengan rendah hati*
(QS 25 – Al Furqaan : 63)

*84. Jangan melupakan kenikmatan dunia yang telah Allah berikan*
(QS 28 – Al Qashash : 77)

*85. Jangan menyembah Tuhan selain Allah*
(QS 28 – Al Qashash:88)

*86. Jangan terlibat dalam perbuatan homosexual dan sejenisnya*
(QS 29 – Al ‘Ankabuut : 29)

*87. Berbuat baik dan cegahlah perbuatan mungkar*
(QS 31 – Luqman : 17)

*88. Janganlah berjalan di muka bumi dengan sombong*
(QS 31 – Luqman : 18)

*89. Wanita dilarang mempamerkan diri*
(QS 33 – Al Ahzab : 33)

*90. Allah berkehendak mengampuni semua dosa-dosa kita*
(QS 39 – Az Zumar : 53)

*91. Jangan berputus asa dari pengampunan Allah*
(QS 39 – Az Zumar : 53)

*92. Balaslah kejahatan dengan kebaikan*
(QS 41 – Fushshilat : 34)

*93. Selesaikan persoalan dengan bermusyawarah*
(QS 42 – Asy Syuura : 38)

*94. Orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang bertaqwa*
(QS 49 – Al Hujuraat : 13)

*95. Agama Islam melarang Rahbaniyyah atau mengkultus individukan para ulama*
(QS 57 – Al Hadid : 27)

*96. Allah akan meninggikan darjat mereka yang berilmu*
(QS 58 – Al Mujaadilah : 11)

*97. Perlakukan terhadap non muslim dengan baik dan adil*
(QS 60 – Al Mumtahanah :

*98. Menginfakkan harta dan Hindari diri dari sifat kikir*
(QS 64 – At Taghaabun : 16)

*99. Mohon ampunan kepada Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang*
(QS 73 – Al Muzzammil : 20)

*100. Jangan menghardik orang yang meminta-minta*
(QS 93 – Adh Dhuhaa : 10)

*101. Berbuat Baiklah, Allah maha pencipta mengetahui setiap perbuatan*
(QS 14 – Ibrahim: 24-26)

*102. Allah memanggil manusia untuk masuk kedalam surgaNya*
(QS 89 – Al Fajr: 27-30)

*103. Allah menghapus kesalahan dan dosa manusia beragama Islam yang beriman dengan ajaran Nabi Muhammad*
(QS 47 – Muhammad: 2)

*SHARE IS CARING*

Trik membawa anak kecil ke masjid agar tidak gaduh mengganggu jamaah shalat.

Dari akun fb ust. M. Arifin badri

Trik membawa anak kecil ke masjid agar tidak gaduh mengganggu jamaah shalat.

1. Sebelum berangkat jelaskan apa itu masjid dan bagaimana seharusnya anak bersikap di masjid.
2. jangan biarkan anak anda membawa sertai atau mengantongi mainan ketika hendak berangkat ke masjid.
3. Persiapkan pakaian anak agar mengenakan pakaian untuk shalat bukan pakaian untuk bermain.
4. Sesampai di masjid, gandeng tangan anak agar ikut masuk masjid.
5. Dudukkan anak di sebelah anda.
6. Jangan biarkan anak anda duduk atau berdiri shalat dinsebelah sesama anak kecil.
7. Bila anak mencuri kesempatan dan keluar dari masid atau membuat gaduh di masjid, segera cari anak anda dan gamdeng kembai tangannya untuk masuk ke masjid dan diduk di sebelah anda.
8. Jangan lupa untuk kembali mengingatkan adab di masjid yang seharusnya dilakukan anak anda.
9. Ketika shalat didirikan, kondisikan agar anak ikut mendirikan shalat di sebelah anda, sehingga anda bisa mengawasi dan membimbingnya bila di tengah shalag anak anda membuat kegaduhan atau bermain.
10. Selesai shalat lakukan evaluasi terhadap sikap anak selama di masjid, dan sampaikan hasil evaluasi anda kepada anak.
11. Jangan lupa mengapresiasi anak bila dia bersikap baik.
12. Kadang kala beri hadiah atau hukuman yang mendidik atas prestasi dan kegagalannya.
13. Selalu panjatkan doa untuk anak anda agar menjadi anak yang rajin mendirikan shalat.
Nabi Ibrahim alaihissalam saja rajin berdoa untuk anaknya agar menjadi penegak shalat
رب اجعلني مقيم الصلاة ومن ذريتي ربنا وتقبل دعاء
Wahai Rab-ku jadikanlah aku penegak shalat dan juga anak keturunanku, wahai Rab kami kabulkanlah doa kami ( Ibrahim 40 )
14. Sering sering kisahkan cerita para ulama’ yang rajin shalat dan juga keutamaan shalat berjamaah di masjid, termasuk keutamaan masjid.
15. Sampaikan kepada anak anda apa impian anda tentang masa depan anak anda dengan ibadah shalat.
16. Lakukan semua kiat di atas dengan ikhlas sebagai satu kewajiban mendidik anak.
17. Tunaikan semua kiat di atas dengan lemah lembut.
18. Oh iya, jangan lupa bantu menyusun kegiatan anak agar sesuai dengan jadwal shalat fardhu.
19. Dan penting sekali anda mengoreksi diri, sudahlah anda memberi keteladanan kepada anak anda?

Semoga bermanfaat.

8 ( DELAPAN ) UCAPAN AJAIB MEMBENTUK KARAKTER ANAK Positif

*8 ( DELAPAN ) UCAPAN AJAIB MEMBENTUK KARAKTER ANAK Positif*

*1. Salam*
Ajarkan & biasakan ucapan “Assalamu ‘alaikum” kepada anak agar terbiasa dengan salam yang Islami. tiap masuk rumah atau masuk kamar orangtua atau ketemu orang lain,ucapannya se lalu salam. Ucapan ini membentuk *jiwa penuh kedamaian* pada diri anak.

*2. Dzikir*
Biasakan ucapan yang mengandung muatan dzikir kepada Allah dalam merespon segala sesuatu. Misalnya Astaghfirullah, Subhanallah, Alhamdulillah, Masyallah,Insya Allah, Barakallah, dan lain sebagai nya.bukan ucapan: Astaga! Gila! Bego! Dzikir menciptakan karakter *taqwa* pada diri anak.

*3. Tolong*
Biasakan anak untuk mengucapkan kata ‘tolong’ setiap ia meminta bantuan kepada orang lain. Jika terbiasa dengan kata ini, akan tumbuh karakter *rendah hati dan tidak sombong.*

*4. Terimakasih*
Biasakan mengucap kan kata terima kasih untuk ber bagai hal yang positif, sebagai apresiasi kepada orang lain yang telah memberikan pertolongan bagi dirinya. Anak yang tumbuh dengan *menghargai orang lain akan menumbuhkan kebesaran jiwa.*

*5. Maaf*
Ajarkan anak untuk mudah meminta maaf walaupun ia tidak melakukan kesalahan. Apalagi jika ia memang melakukan kesalah an.anak yang ter biasa meminta maaf akan tumbuh sikap *empati dan kasih sayang.*

*6. Okay*/Iya / Baik
Ajarkan anak untuk mengucapkan kata “okay” atau “iya” atau “siap” sebagai respon dari nasihat atau perintah dari orangtua. Kadang saat ibu atau ayah meminta anak untuk melakukan sesuatu, ia hanya mengangguk atau bahkan diam saja. Ungkapan ini mem bentuk karakter *peduli & meng hargai.*

*7. Izin*/Permisi
Biasakan anak untuk meminta izin dalam berbagai kondisi. Misalnya minta izin untuk menggunakan benda yang bukan miliknya.hal ini membentuk karakter *tertib.*

*8. Bisa*
Ajarkan anak berpikir dan bersikap optimistik. *”Aku bisa”* adalah ungkapan optimistik.
Membuat anak tumbuh dengan *percaya diri*

*Semoga manfaat amiin ya robbal alamiin*

10 Doa orang tua

*10 DOA ORANG TUA UNTUK ANAKNYA AGAR MENJADI ANAK YG SHOLEH DAN SHOLEHAH*

*1. DOA NABI ZAKARIA*

رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

*Robbiy habliy mil ladunka dzurriyyatan thoyyibatan innaka sami’ud du’a’*

_“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.”_ (Qs.al-Furqon : 38)

*2. DOA NABI IBRAHIM*

رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ

*Robbij’alniy muqimash sholati wa min dzurriyyati robbana wa taqobbal du’a’*

_“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”_ (Qs.Ibrahim : 40)

*3. DOA AGAR ANAK BERIMAN DAN BERTAKWA*

رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

*Robbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrota a’yun waj ‘alna lil muttaqiina imama*

_“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa,”_ (Qs.al-Furqon : 74)

*4. DOA AGAR ANAK MENJADI SHOLEH DAN SHOLEHAH*

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

*Allahummaj ‘al awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qur’ani wa sunnati fuqoha fid diin mubarokan hayatuhum fid dun-ya wal akhirah*

_“Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka didunia dan di akhirat.”_

*5. DOA AGAR ANAK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA*

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

*Allahumma barikliy fii awladiy, wa la tadhurruhum, wa waf fiqhum li tho’atik, war zuqniy birrohum*

_“Ya Allah berilah barokah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepadaMu dan karuniakanlah hamba rejeki berupa bakti mereka.”._

*6. DOA AGAR ANAK MENJADI PINTAR*

اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ

*Allaahummam-la’ quluuba aulaadinaa nuuron wa hik-matan wa ahlihim liqobuuli ni’matin wa ashlih-hum wa ashlih bihimul ummah*

_“Ya Allah, penuhilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang pantas menerima nikmat, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka.”_

*7. DOA AGAR ANAK MEMILIKI PEMAHAMAN AGAMA YANG BENAR*

اَللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِى الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ

*Allahumma faqqih hu fid diini wa ‘allimhut ta’wiila*

_“Ya Allah, berikanlah kefahaman baginya dalam urusan agama, dan ajarkanlah dia ta’wil (tafsir ayat-ayat al-Qur’an).”_ (HR.Bukhari)

*8. DOA AGAR ANAK SEHAT, CERDAS DAN BERMANFAAT ILMUNYA*

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلًا حَاذِقًا وَعَالِمًا عَامِلًا

*Allahummaj’alhu shohiihan kaamilan, wa ‘aqilan haadziqon, wa ‘aaliman ‘amilan*

_“Ya Allah, jadikanlah ia anak yang sehat sempurna, berakal cerdas, dan berilmu lagi beramal.”_

*9. DOA AGAR ANAK DIBERIKAN PERLINDUNGAN OLEH ALLAH SWT.*

أُعِيْذُهُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

*U’iidzu hu bikalimaatillahit taammati min kulli syaithoniw wahaammatiw wamin kulli ‘ainil laammah*

_“Aku memohon perlindungan baginya (sebut nama anak) dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk.”._ (HR. Abu Daud 3371, dan dishahihkan al-Albani, diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Tirmidzi)
● _*Doa ini adalah doa yang pernah Rosulullah gunakan untuk mendoakan cucunya Hasan dan Husein.*_

*10. DOA AGAR ANAK MENDAPAT KEBERKAHAN*

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا فِي أَئِمَّتِنَا وَجَمَاعَتِنَا وَأَهْلِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَأَمْوَالِنَا وَفِيمَا رَزَقْتَنَا وَبَارِكْ لَنَا فِيهِمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

*Allahumma ashlih lana fi aimmatina wa jamaa’atina wa ahlina wadzurriyyatina wa amwaalina wafiimaa razaqtana wa baariklana fiihim fid dunya wal aakhiroh*

_“Ya Alloh perbaikilah untuk kami di dalam imam-imam kami, jama’ah kami, keluarga kami, istri-istri kami, anak-anak turun kami, harta-harta kami dan di dalam apa-apa (rizqi) yang engkau berikan kepada kami dan berilah kami kebarokahan dalam urusan mereka di dunia dan akhirat.”_

Semoga kita semua dikaruniakan oleh ALLAH keturunan keturunan yang sholeh dan sholehah yang membahagiakan kedua orang tua baik di saat hidup maupun sesudah wafatnya.

آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين..

Hal yang baik untuk yang baik

Yang Baik hanya untuk yang baik? AnNur ayat 26

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)
Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan SMS tausiyah yang berisi ayat diatas yaitu surat An-nur ayat 26.Lalu ada seorang teman yang menanyakan, apakah benar isi ayat ini? Apakah mesti “otomatis” wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik juga?Bagaimana Seandainya dalam kehidupan nyata ada seorang pria yang baik dan dia mendapatkan wanita yang tidak baik?Apakah ayat Al Quran diatas salah?
Pertanyaan seperti itu sebenarnya menjadi pertanyaan saya juga dari dulu dan saya mencoba memahami apa yang saya pahami dari ayat tersebut.
Al Quran sebagai Petunjuk
Umat Islam diseluruh dunia meyakini bahwa Quran itu firman Allah.Artinya apa yang dikatakan Allah dalam Quran dipastikan benar.Tuhan memberi tahu kepada kita bagaimana cara kita mengenalnya dengan diutusnya nabi.Sebab akal manusia tidak akan sampai untuk mengenal siapa Tuhannya,oleh karena itu Tuhan memberi petunjuk.Petunjuk jalan yang lurus agar dapat mengenalnya.Dalam memahami petunjuknya berupa firmanNya,terdapat keterbatasan diri kita,sehingga firman Tuhan yang sudah pasti benar,bisa saja menjadi salah dengan pemahaman kita.
Karena apa yang dimaksud baik-salah itu adalah menurut Tuhan. Standar baik-buruk itu tentu saja sudah ditentukan oleh Tuhan.Bahkan kata baik-buruk itu ada karena adanya agama. Artinya apa?
Jika kita menilai sesuatu itu baik-buruk tentu saja berdasarkan kepada ajaran agama.Karena tidak logis jika kita menilai sesuatu itu baik/buruk hanya berdasarkan pemikiran sendiri,karena premis baik atau tidak baik itu muncul dari adanya Tuhan.Tuhan yang menentukan standar ini baik dan ini buruk.Sangat tidak rasional jika hanya menentukan baik/buruk hanya menurut kita karena premis yang digunakan kita ketahui dari Tuhan,sehingga dalam memahami ayat yang diturunkan Tuhan (Kauliah) atau ketetapan yang terjadi di bumi secara logis dapat kita katakan bahwa Allahlah yang mengetahui sesuatu itu baik atau tidak.
AnNur ayat 26

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”
Berangkat dari pemahaman diatas,tentu saja kita bertanya-tanya apakah yang dimaksud baik disini?Atau keji? Apakah kita dapat menentukan sesuatu itu baik atau tidak baik?Kalau kita cermati ayat diatas merupakan satu paket ayat yang bersambung ,tidak hanya putus pada kalimat “untuk wanita yang baik”tetapi masih berlanjut dengan bahasan tuduhan , juga ampunan.Artinya ayat ini sebenarnya diturunkan dalam konteks tertentu.Coba kita lihat konteks ayat ini turun

Ayat ini diturunkan untuk menunjukkan kesucian ‘Aisyah r.a. dan Shafwan bin al-Mu’attal r.a. dari segala tuduhan yang ditujukan kepada mereka. Pernah suatu ketika dalam suatu perjalanan kembali dari ekspedisi penaklukan Bani Musthaliq, ‘Aisyah terpisah tanpa sengaja dari rombongan karena mencari kalungnya yang hilang dan kemudian diantarkan pulang oleh Shafwan yang juga tertinggal dari rombongan karena ada suatu keperluan. Kemudian ‘Aisyah naik ke untanya dan dikawal oleh Shafwan menyusul rombongan Rasullullah SAW. dan para shahabat, akan tetapi rombongan tidak tersusul dan akhirnya mereka sampai di Madinah. Peristiwa ini akhirnya menjadi fitnah dikalangan umat muslim kala itu karena terhasut oleh isu dari golongan Yahudi dan munafik jika telah terjadi apa-apa antara ‘Aisyah dan Shafwan.
Masalah menjadi sangat pelik karena sempat terjadi perpecahan diantara kaum muslimin yang pro dan kontra atas isu tersebut. Sikap Nabi juga berubah terhadap ‘Aisyah, beliau menyuruh ‘Aisyah untuk segera bertaubat. Sementara ‘Aisyah tidak mau bertaubat karena tidak pernah melakukan dosa yang dituduhkan kepadanya, ia hanya menangis dan berdoa kepada Allah agar menunjukkan yang sebenarnya terjadi. Kemudian Allah menurunkan ayat ini yang juga satu paket annur 11-26.

Penjelasan An Nur 26 menurut para ulama
jika dilihat dari konteks ayat ini, ada dua penafsiran para ulama terhadap ayat ini yaitu tentang arti kata “wanita yang baik” dan juga “ucapan yang baik”Sehingga dapat juga diartikan sebagai begini
Perkara-perkara (ucapan)yang kotor adalah dari orang-orang yang kotor, dan orang-orang yang kotor adalah untuk perkara-perkara yang kotor. Sedang perkara (ucapan)yang baik adalah dari orang baik-baik, dan orang baik-baik menimbulkan perkara yang baik pula. Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”
Kata khabiitsat biasa dipakai untuk makna ucapan yang kotor(keji) ,juga kata thayyibaat dalam Quran diartikan sebagai kalimat yang baik.Begitupun pada ayat ini berlaku bahwa kata khabiitsat dan thayyibaat
Hakam ibnu Utaibah yang menceritakan, bahwa ketika orang-orang mempergunjingkan perihal Siti Aisyah r.a. Rasulullan saw. menyuruh seseorang mendatangi Siti Aisyah r.a. Utusan itu mengatakan, “Hai Aisyah! Apakah yang sedang dibicarakan oleh orang-orang itu?” Siti Aisyah r.a. menjawab, “Aku tidak akan mengemukakan suatu alasan pun hingga turun alasanku dari langit”. Maka Allah menurunkan firman-Nya sebanyak lima belas ayat di dalam surah An Nur mengenai diri Siti Aisyah r.a. Selanjutnya Hakam ibnu Utaiban membacakannya hingga sampai dengan firman-Nya, “Ucapan-ucapan yang keji adalah dari orang-orang yang keji..” (Q.S. An Nur,26). Hadis ini berpredikat Mursal dan sanadnya sahih.
Ayat 26 inilah penutup dari ayat wahyu membersihkan isteri Nabi, Aisyah dari tuduhan keji itu. Di dalam ayat ini diberikan pedoman hidup bagi setiap orang yang beriman. Tuduhan keji adalah perbuatan yang amat keji hanya akan timbul daripada orang yang keji pula.Memang orang-¬orang yang kotorlah yang menimbulkan perbuatan kotor. Adapun ucapan-ucapan yang baik adalah keluar dari orang-orang yang baik pula, dan memang¬lah orang baik yang sanggup menciptakan perkara baik. Orang kotor tidak menghasilkan yang bersih, dan orang baik tidaklah akan menghasilkan yang kotor,dan ini berlaku secara umum
Di akhir ayat 26 Tuhan menutup perkara tuduhan ini dengan ucapan bersih dari yang dituduhkan yaitu bahwa sekalian orang yang difitnah itu adalah bersih belaka dari segala tuduhan, mereka tidak bersalah samasekali. Maka makna ayat diatas juga sangat tepat bahwa orang yang baik tidak akan menyebarkan fitnah,fitnah hanya keluar dari orang –orang yang berhati dengki,kotor, tidak bersih.Orang yang baik,dia akan tetap bersih,karena kebersihan hatinya
Yang Baik Hanya Untuk yang baik?
Pembahasan kedua yaitu tentang maksud ayat diatas yaitu “wanita yang baik” dan “wanita yang keji”.Dalam hal ini terjemahan Depag menggunakan arti wanita yang baik dan pemahaman ini berangkat dari para ulama yang menyatakan bahwa aisyah menrupakan wanita yang baik-baik,karena konteks ayat tersebut turun satu paket yaitu ayat 11-26 dengan ayat sebelumny tentang seseorang menuduh wanita yang baik-baik berzina.Maka jika diartikan begitu sesuai dengan perntanyaan diatas

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”
Dalam kaidah ushul ditetapkan bahwa kekhususan sesuatu tidak dapat diterima dan ditetapkan berdasarkan perkiraan,tetapi harus didukung dengan dalil.Dalam nash ini tidak ada dalil tentang kekhususan ayat ini.Ayat Quran bermakna umum,artinya berlaku juga untuk umatnya kecuali ada dalil tentang kekhususan ( bukan berarti kekhususan ini ada kata-kata ‘khusus’ contohnya pada wajibnya hijab hanya khusus pada istri nabi walalupun tidak ada kata khusus,dan tidak ada alasan untuk meniru-niru kekhususan hijab bagi istri nabi).
Ayat ini bersifat umum, bahwa wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, begitu juga sebaliknya. Namun yang perlu dipahami adalah ayat ini sebuah kondisi atau memang anjuran,sebab para ulama banyak mengemukakan pendapat tentang hal ini.Syaikh Muhammad Mutawalli as-Sya’rawi, ulama Mesir pernah berkata: ada dua macam kalam (kalimat sempurna) dalam bahasa Arab. Pertama; Kalam yang mengabarkan kondisi atau suasana yang ada.
Kedua Kalam yang bermaksud ingin menciptakan kondisi dan suasana. Kalam seperti ini bisa ditemukan dalam quran. Seperti firman Allah QS. ali-Imran: 97: Barang siapa yang memasukinya (baitullah itu) menjadi amanlah dia. Ayat itu kalau dipahami, bahwa Allah sedang mengabarkan kondisi dan suasana kota Mekah sesuai kenyataan yang ada, maka tentu tidak akan terjadi hal-hal yang bertolak belakang dengan kondisi itu. Akan tetapi, kalau ayat itu dipahami, sebagai bentuk pengkondisian suasana, maka Allah sesungguhnya tengah menyuruh manusia, untuk menciptakan kondisi aman di kota Mekah. Kalaupun kenyataan banyak terjadi, bahwa kota Mekah kadang tidak aman, maka hal itu artinya, manusia tidak mengejewantahkan perintah Allah.
Pemahaman yang sama juga bisa ditelaah pada ayat ini; Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (QS. An-Nur: 26). Pada kenyataan yang terjadi, ternyata, ada laki-laki yang baik mendapat isteri yang keji, begitupula sebaliknya. Maka memahami ayat tersebut sebagai sebuah perintah, untuk menciptakan kondisi yang baik-baik untuk yang baik-baik, adalah sebuah keharusan. Kalau tidak, maka kondisi terbalik malah yang akan terjadi
Kalau kita bandingkan dengan Annur ayat 3 yang mana kalimat digunakan untuk umum
“laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik”(An Nur ayat 3)
yg mana di ayat ini lebih tegas mengandung “unsur perintah” untuk mencari pasangan yg sepadan. sehingga ayat 26 bisa dimengerti sebagai sebuah motivasi atau anjuran untuk mengondisikan dan bukan sebagai ketetapan bahwa yg baik “otomatis” akan mendapatkan pasangan yg baik. Hal ini tentu memerlukan usaha untuk memprbaiki diri lebih baik.
Ayat tersebut bukanlah merupakan janji Allah kpd manusia yg baik akan ditakdirkan dgn pasangan yg baik. Sebaliknya ayat tersebut merupakan peringatan agar umat islam memilih manusia yg baik utk dijadikan pasangan hidup.Oleh karena itu nabi bersabda tentang anjuran memilih pasangan yaitu lazimnya dengan 4 pertimbangan,dan terserah yang mana saja,namun yang agamanya baik tentu sangat dianjurkan, hal ini sesuai dengan anuran surat Annur ayat 26

Lalu bagaimana jika seseorang yang baik mendapatkan wanita yang tidak baik
Ayat diatas pemahaman saya memang bukan janji Allah tentang otomatisnya orang yang baik akan mendapat pasangan yang baik,Ayat tersebut secara umum memberitahukan kita bahwa orang –orang yang baik akan mendapat pasangan yang baik juga,dengan berusaha mengondiskan diri menjadi baik dan juga berikhtiar mencari pasangan yang baik.Namun baik dalam hal ini,pun secara logika dapat diartikan bermacam-macam.Secara khusus Allah membuat perumpamaan bagaimana seorang yang baik mendapatkan pasangan yang tidak baik.Hal ini dapat kita lihat pada kisah nabi Nuh, Nabi Luth,dan Juga Firaun.
“Allah membuat istri nabi nuh dan istri nabi luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. keduanya berada di bawah ikatan pernikahan dengan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba kami. lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suami mereka, maka kedua suami mereka itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari siksa Allah, dan dikatakan kepada keduanya: ‘masuklah kalian berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk neraka’.” (at-tahrim: 10)
Allah menakdirkan istri kedua nabi yang mulia ini justru tidak menerima dakwah suami mereka. padahal keduanya adalah belahan jiwa yang saling melengkapi, saling menemani dan mendampingi. kedua istri ini mengkhianati suami mereka dalam perkara agama, karena keduanya beragama dengan selain agama yang diserukan oleh suami mereka. keduanya enggan menerima ajakan kepada keimanan bahkan tidak membenarkan risalah yang dibawa suami mereka.
Lalu diayat selanjutnya kita temukan perumpamaan lain tentang suami yang tidak baik(fasik) dengan instri solehah salah satunya adalah asiyah binti mazahim, istri fir’aun. walau berada dalam kekuasaan fir’aun, asiyah mampu menjaga akidah dan harga dirinya sebagai seorang muslimah. asiyah lebih memilih istana di surga daripada istana di dunia yang dijanjikan fir’aun. Allah mengabadikan doanya, dan Allah menjadikan perempuan fir’aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdoa, ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim (at tahriim [66]: 11)
Bagi kita mungkin Firaun merupakan pria yang jahat,namun kisah Asiyah ini di Abadikan dalam Quran.Allah menjadikan Firaun merupakan pribadi yang “baik” bahkan sangat “baik” bagi Asiyah karena secara logis membuat Asiyah menjadi wanita yang ditinggikan derajatnya.Ia tetap dapat menjaga akidahnya,dari fitnah besar suaminya.Dalam hal ini baik tidak baik terlihat sekali,tentang suami soleh atau zalim , yaitu dalam hal Aqidah.

Kesimpulan

“..Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi kamu. Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah:ayat 216)

“Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang di janjikan kepadamu.” (Adz-Dzariyat:ayat 22)
Dalam Surat Annur Allah menetapkan bahwa Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan rasul menetapkan beberapa panduan untuk kita pilih
“Dinikahi seseorang itu karena empat perkara, harta, kecantikan, keturunan dan agama. Maka pilihlah yang beragama, niscaya beruntung diri.”
“Pesan Abu Hurairah r.a. kepada puterinya: Pilihlah bakal suamimu orang yang bertaqwa karena jika dia suka kepadamu, dia mendoakan kebaikan untukmu. Jika dia tidak menyenangimu, dia tidak akan berlaku zalim terhadapmu
Proses mendidik hati bukan mudah seperti menenun kain yang indah, tapi perlukan kesabaran dan mujahadah.Ucapan yang baik akan keluar dari orang yang baik,ucapan yang keji akan keluar dari orang yang keji pula.Untuk mendapatkan sesuatu yang baik memang kita harus memperbaiki diri lebih baik. Tugas seorang hamba ke atas dirinya hanya membaiki dirinya sendiri tanpa terlalu memikirkan pengakhiran mendapat yang soleh ataupun sebaliknya. Kerana Allah tidak akan menzalimi orang yang sentiasa berusaha ke arah kebaikan.

“Sesungguhya Kami yang menurunkan Ad-dzikr,dan Kami pula yang menjaganya”.Akan ada para penghafal-pengahafal Quran,ulama-ulama yang akan menjaga Quran sampai akhir zaman,dan ayat ini akan tetap berlaku sampai kahir zaman

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).
Akan ada pula orang-orang yang berusaha memperbaiki diri,mebuat diri menjadi lebih baik dan mendapat pasangan yang baik,dan ayat ini tetap akan berlaku selama-lamanya
Wallahu Alam
Referensi: Tafsir Al Azhar ,Hamka,Annur ayat 26
Tafsir Al Quranul Azhim,Ibnu Katsir
Saatnya Menikah,Muttawali Syarawi

ADA 6 PERTANYAAN & ALLAH YANG JAWAB

*ADA 6 PERTANYAAN*
*& ALLAH*
*YANG JAWAB*

*1. Apakah yg PALING TAJAM*
*didunia ini..?*

Umat menjawab dgn serentak :
” PEDANG ”

*Jawab ALLAH*
Yang paling tajam adalah :
*LIDAH MANUSIA*

Karena melalui Lidah,
Manusia mudah
Memfitnah orang,
Menyakiti hati,
Melukai perasaan org.

*2. Apakah yg PALING JAUH*
*Dari kita didunia ini..??*

Ada yg menjawab :
Antariksa, Bulan, Matahari…

*Jawab ALLAH*
Yang paling jauh adalah :
*MASA LALU*

Siapapun kita,
Bagaimanapun & Sekaya
apapun kita
TIDAK BISA
kembali ke MASA LALU

Sebab itu kita harus menjaga
HARI INI
Dan hari-hari yg akan datang

*3. Apa yg PALING BESAR*
*didunia ini..??*

Ada yg menjawab :
Gunung, Bumi, Matahari…

*Jawab ALLAH*
Yang paling besar
yang ada didunia ini
adalah : *NAFSU*

Banyak manusia menjadi celaka
Karena menuruti hawa nafsunya.

Segala cara dihalalkan
demi mewujudkan impian
Nafsu duniawi

Karena itu hati-hati lah dengan
Hawa Nafsu

*4. “Apa YANG PALING BERAT”*
*didunia ini..??*

Ada yg menjawab :
Baja, Besi, Gajah…

*Jawab ALLAH*
Yang paling berat adalah
*BERJANJI*

Hal yang gampang diucapkan,
tetapi sulit dilakukan..

*5. Apa yg paling RINGAN*
*didunia ini..??*

Ada yg menjawab :
Kapas, Angin, Debu, Daun..

*Jawab ALLAH*
Yang paling ringan didunia ini
adalah :
*MelupakanKU &*
*MeninggalkanKU*

Lihatlah…
banyak orang yg karena
harta, tahta dengan mudahnya
meninggalkan AKU.

*6. Apa yg PALING DEKAT*
*dengan diri kita didunia ini..??*

Ada yg menjawab :
Orangtua, Sahabat , Teman, Suami / Istri.

*Jawab ALLAH*
Yang paling dekat
dengan kita adalah :
*KEMATIAN*

*Sebab Kematian adalah…*
*PASTI adanya*
*bisa tiap detik, setiap waktu bisa terjadi.*

*BAGIKAN RENUNGAN ini ke Saudara, Teman*🤗
*Semoga menjadi*
Renungan BerManfaat dan Ladang Amal kita Aamiin

Sejarah adat minangkabau

SEJARAH ADAT MINANGKABAU

dijapuik kisah nan lamo disilau riwayat tambo pangka sejarah adat kito.

takalo mulak mulonyo tasabuik rajo nan baduo saibu balain ayah Indojati namo mandehnyo, nan tuo banamo Paduko Basa kudian bagala Datuak Katumangguangan anak Rajo Mauliwarman Dewa, adiaknyo banamo Ketek Sutan Balun anak dek Cati Bilang Pandai bagala Datuak Parpatiah Nansabatang.

Adopun Datuak Katumangguangan anak nan tongga dek ayahnyo, sedangkan Parpatiah Nansabatang urang baranam badunsanak kanduang saibu jo sa ayah.

Tasabuik Datuak nan baduo takato indak sasifat balain pi’ia jo pembawaan. satantang Datuak Katumangguangan urangnyo maha tak ta ago kok murah indak tabali gantiang putuih biang katabuak ditangan baliau tapaciknyo, baliau Parpatiah Nansabatang urangnyo bijak candokio pandai manarah manilantang cati marapek dalam aia bijak maurai manyalasai, manabang indak marabahkan mahampang tak sampai kamuaro kato mufakat mambatasi.

Walau nan kakak kareh Otokrasi si adiak lunak Demokrasi, tapi jikok ditiliak didalami sairiang batuka jalan saiyo balain sabuik sabiduak indak sadayuang. bak puta lenong kilangan balain garak jo arah wujuiknyo mangampo santan, pati tabik minyak ditampuang itulah elok kadipakai.

Dek pandai asa barasa dek tuah sunduik basunduik baliau datuak nan baduo samo maracik manarawang manjalin adat jo limbago, mangko dihimpun tangkai ciek-ciek disusun di atok-atok lalu digantuang ditiang tinggi disangkuik diparan panjang manjadi cupak nan piawai, diumpuak malah Minangkabau manjadi ba lareh-lareh. partamo lareh nan panjang banamo Koto Piliang kaduo lareh nan bunta tasabuik Bodi Caniago, dibuek luhak nan tigo, nan tuo Luhak Tanah Data lambangnyo Kuciang nan kuniang (tando batuah rang babanso), nan tangah iyolah Luhak Agam simbolnyo Harimau sirah (urang bagak bapandirian), nan bunsu Luhak limopuluah maskotnyo sikambiang hitam (urang nan tabah bijaksano saba jo rila pakaiannyo).

Nagari baniniak mamak kampuang dibari banantuo rumah nan gadang batungganai, tasusun takabek arek dikungkuang adat nan ampek dipapek cupak duo rupo kato ampek hukum pun ampek undang dibagi duo puluah. adopun inti pati adat pidoman hiduik kaditompang yaitu:

Bajalan di nan luruih
jalan salangkah madok suruik kok sasek diujuang jalan kumbali kapangka jalan.

Bakato di nan bana
mangecek usah panduto bajanji ijan pamunkia ikara dipagang taguah, kok pasan dipasampai pakirim dipalalu amanah dipaliaro.

Dalam bakorong jo bakampuang
jikok iduik jalang manjalang kok sakik silau manyilau kok mati janguak manjanguak,
tibo diburuak baambauan tibo nan elok baimbauan mandapek samo balabo kok jatuah samo tagamang.

Caro batani bausaho
kasawah basamo samo kaladang barampia ampia taranak samo dipauik baparak samo dipaga.

Caro basosial
lamak diawak katuju dek urang usah nan runciang nan dirauik, kok sayuik bilai mambilai kok kurang tukuak manukuak kok lai bari mambari. dalam badagang baniago, jikok maukua sampai-sampai kalau manimbang cukuik-cukuik jua bali batarang tarang ambiaklah untuang sadang elok.

Dalam bamasyarakaik
kaulu sarantak galah kailia sarangkuah dayuang tarapuang samo anyuik tarandam samo basah, saciok ibaraik ayam sadanciang umpamo basi kok bajalan mairiang kok baiyua maisi.

Sifat mamak
malam mandanga-dangakan siang mancaliak- caliakkan, hilang mancari luluih manyalami hanyuik maminteh, tibo dikalam kamanyigi tantang nan lakuang kamaninjau.

Adaik rang tuo
salah basapo batuka baanjak umpang manyisik, ijan bak kabau mahampang jalan indak nan gadang dari baniah indak nan tinggi dari pucuak arogan kecek rang kini.

Sifat kamanakan
mangecek siang mancaliak-caliak bakato malam mahagak-agak nak tau batanyo nak pandai baraja nan tuo diparmulia nan ketek disayangi samo gadang lawan baiyo.

Sifaik anak dagang
manyauak di ilia-ilia bakato dibawah- bawah dimano bumi dipijak disitu langik dijunjuang dima rantiang dipatah disitu aia disauak,
ijan batandang mambao lapiak.

Sifat parampuan
mato nan usah dipalia muluik nan ijan dipanyinyia bakato marandah kalua bamaso bajalan batolan tarimo suko dinan ado.

banyak nan lain, banyak kalau dibilang ciek ciek dikaka dirantang panjang dibaco sado nan paralu. tasimpan dalam pepatah talipek dalam patitih dikakeh mangko basuo dikambang barunyo nampak tiang dek kito mamahami, itulah Adat Minangkabau.

Kemudian Islam pun datang, sebelum mangaji sarugo jo narako diajakan elok jo buruak halal jo haram, mudarat jo mamfaat.

Mulonyo lai ta amalkan pituah lai taraguak sebab sabunyi dengan Adat, tapi dek caro panyampaian indak jo baso tutua kieh bukan bamisa jo umpamo tembak lansuang manuju tangkai, sahinggo cacek jo ragu pun tibo, datang paringek dari nan tuo “Islam kok kurang basitinah”. urang pun tagagok manarimo tatagun langkah pangajian.

Maso bajalan juo, hubungan dagang tambah rami saudagar sarato da’i ado Arab ado Melayu banyak nan datang dari Siak daqwah pun makin sumarak. diajakan tauhid jo aqidah dikaji fiqih jo ibadah, ditunjuakkan sado nan paralu Mubah, ja’is sarato maqruh hadist jo Qur’an sandaranyo.

Mako naiak martabat urang Syara’ tageser tuah niniak mamak timbul cemburu urang Adat, dek cameh taimpik pengaruhnyo turunlah pepatah peringatan “Awas urang batandang mambaok lapiak Limau ka kalah dek Binalu”.

Dek bijak langkah urang Agamo mancaliak karuah kailiran dijalang kaulu banda, diubek hati nan tagisia disanjuang Pangulu jo Adat nyo, lunak lah hati urang adat manurun batamu pandang Adat elok Syara’ pun rancak samo paralu kaduonyo. Sagandiang datuak jo ulama duduak dilapiak nan sahalai turunlah kato nan sabunyi tatuang di dalam pantun :

“Simuncak mati tarambau
kaparak mambao ladiang
lukolah pao kaduonyo
Adat jo syara’ di minangkabau
sarupo aua dengan tabiang
sanda basanda kaduonyo”.

Ulama balapang dado pangulu bahati lapang, surang turun surang mandaki batamu ditangah janjang. itulah nan dimukasuik dek bunyi pepatah “Syara’ mandaki Adat manurun” sebagai lambang toleransi.

Akan tetapi, walau bagandiang samo basanda sagan manyagan kaduonyo. Agamo jalan jo Syara’ nyo Adat malenggang jo cupaknyo urang nan indak satujuan, sungguahpun surau lah rami tapi pakau jo dadu jalan taruih manyabuang ayam balansuang juo minum tuak indak bakurang sijundai sabalik kampuang,
Alah tagak Amar ma’ruf tapi alun tacapai Nahi mungkar hutang tak lansai Alim ulama.

Mako lamo bakalamoan, bana nan tidak tabandiangi Adat kok tetap jo lazimnyo dipakai sekedar dek biaso, Syara’ kuaso jo kawi nyo kato nan indak urak ungkai hukum bana bakato ciek. Itulahnyo bunyi undang “Adat nan Lazim Syara’ nan kawi”, Lazim sekedar dek biaso dirubah jo kawi kekuatan. Nan mungkar baransua hilang maksiat samakin lenyap nan Batil kalah dek nan Bana.

Akhirnyo Islam pun ditarimo hinggok Iman semakin taguah kukuah tauhid kian mancakam, Adat pun batambah kokoh tagak dibilai dek Agamo duduak basanda ke syari’at banamo Adat Islamiah sumarak alam Minangkabau.

Sampai masuak ke Istana kedalam daulat Pagaruyuang manjadi rajo tigo selo yaitu : Rajo Alam, Rajo Adat dan Rajo Ibadat, langkok jo basa ampek balai suduik nan ampek Minangkabau yaitu : Bandaro di sungai tarab, Indomo di saruaso, Makudun di Sumaniak dan Tuan kadi di Padang Gantiang. itulah kabinet Pagaruyuang, Sesudah semenjak itu berlaku Syari’at Islam, undangnyo dalam pepatah “Syara’ mangato Adat mamakai”.

Akhirnyo diateh bukik segitigo nan mangalang ka Tanah Data maunjua ka luhak Agam nan rusuaknyo ka luhak Limopuluah. Mufakatlah urang Minangkabau, itulah inyo “Piagam Marapalam” lah talatak tiang di sandi manjadi undang sampai kini yaitu “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”.

Bak ijuak nan sabalambang Agamolah tulang saga nyo, umpamo badan batang tubuah syara’ lah nyao manggarakkan. jikok nyampang syara’ manjauah-jauah Adat kajadi buah dendang elok bunyi lamak tadanga hilang makna hakekatnyo bakcando buyiah guluang ombak.

Itulah Rahmat tak ternilai dari cancang jo tarah urang dahulu, berbahagialah umat Minangkabau mamakai “Adat Basandi syara’, Syara’ Basandi Kitabullah” hiduik mati dunia akhirat mamagang telong lahia bathin tak mungkin kasasaek lai.

Namun sanyao Adat jo Syara’ ado bahinggo jo babateh bukan bak garam dalam aia, sebagai buah fikiran adat lah nyato jangkauanyo pedomanyo alua jo patuik dasarnyo kato mufakat sifatnyo mancari bana, Sedangkan Islam buatan Allah pedomanyo sunah Rosul dasarnyo Kitabullah sifatnyo ubudiyyah.

singkek kato putusan kaji Adat lah tagak jo cupaknyo Syara’ pun duduak jo syari’at punyo daulat masing-masing, walau bahinggo jo babateh Minangkabau bukan sekuler, Adat mairiang jalan Syara’ satapak indak manyimpang sagarih pantang maranggang tunduak bak roda ka padati. itulah maksud bunyi undang “Syara’ Mangato Adat Mamakai” Adat ureknyo di Agamo batang basanda ka Al Qur’an pucuaknyo tak tinggi dari sunah, itulah maknanyo “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah” pasang sudah paku lah mati jadi pedoman salamonyo.

Namun jikok dicaliak lekok jo liku batamunyo Adat jo Syara’ bukan tibo salangkah sampai indak rabah sakali pancuang masak alun sakali param, ajuak mahajuak dahulunyo ragu bacampua jo picayo dalam nan iyo baindakkan.

Alah kasifat dek urang awak dari dulu sampai kini bahwa inyo panyuko jo nan baru, akan tetapi indak garok cando tak harok tagak manyela-nyela mato gilo menilai jo manyimak, walau dipatuik lah katuju pandang lakek hati lah kanai namun dimuko alun kelihatan, pepatahnyo “digamak mangko dipacik dikunyah baru dilulua sabalum mahangguak ba antahkan” nyampang kok lah sudah usua pareso labo nampak rugi tak mungkin baru disinan baiyokan, artinyo : Extra hati-hati kritis teliti dan berparetongan.

Baitulah sikap urang awak manyambuik Islam dahulunyo, enggan, curiga, ragu-ragu kemudian baru baiyokan sampai mamaluak taguah-taguah.

Tujuh indikator kebahagiaan dunia

*_TUJUH INDIKATOR KEBAHAGIAAN DI DUNIA_*

*1. QOLBUN SYAKIRUN*
_(hati yg selalu bersyukur)_
Artinya selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.
_(QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7)_

*2. AL-AZWAJU SHALIHAH* _(pasangan hidup yang sholeh)._
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan, suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula
_(QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26)_

*3. AL-AULADUL ABRAR*
_(anak yg sholeh/sholehah)_
Do’a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah Subhannahu WaTaala, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah.
_(QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74)_

*4. AL-BAIATU SHOLIHAH* _(lingkungan yg kondusif untuk iman kita)_
Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah, seperti group ini saling m’ingatkan dlm kebaikan
_(QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2)_

*5. AL-MALUL HALAL*
_(harta yang halal)_
Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.
_(QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155)_

*6. TAFAKUH FID-DIEN* _(semangat untuk memahami agama)_
Dengan belajar ilmu agama, akan. semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan RasulNya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.
_(QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269)_

*7. UMUR YANG BAROKAH*.
Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya.
_(QS 2:96, 35:37, 36:68, 225)_

Semoga bermanfaat bagi kita semua
Aamiin yaa robbal aalamiin 🙂

Breaking mental block gaya imam syafi’iy

Breaking Mental Block Gaya Imam Syafi’iy

Oleh : Ust Musyaffa Ahmad Rahim

Gampangnya, mental block adalah hambatan mental yang menghalangi seseorang untuk mencapai tujuan.

Hal ini bisa terjadi karena trauma di masa lalu, atau karena adanya pendidikan (pembinaan), atau nasehat (taujih) yang keliru yang terus diulang secara terus menerus sehingga menjadi semacam program bawah sadar system hidup yang terbawa hingga yang terbentuk pada diri seseorang, lalu menjadi semacam sabotase terhadap dirinya.

Terkait dengan kondisi seperti ini, ada satu untaian syi’ir imam Syafi’iy yang sangat cocok untuk menghancurkan mental block seperti ini.

Selamat menyimak!

Pada baris pertama dari syi’ir Imam Syafi’iy, beliau menjelaskan bahwa bertahan terus menerus pada zona aman itu tidak cocok bagi mereka-mereka yang berakal dan beradab.

Beliau berkata:

مَا فِي الْمَقَامِ لِذِيْ عَقْلٍ وَذِيْ أَدَبِ ÷ مِنْ رَاحَةٍ فَدَعِ الْأَوْطَانَ وَاغْتَرِبِ

Tidak ada tempat bagi setiap orang yang mempunyai akal dan adab untuk berleha-leha (bersantai) [menikmati zona aman – nya].

Oleh karena itu, hendaklah ia meninggalkan kampung halamannya dan hidup mengembara!

[Selanjutnya beliau berkata]:

سَافِرْ تَجِدْ عِوَضًا عَمَّنْ تُفَارِقُهُ ÷ وَانْصَبْ فَإِنَّ لَذِيْذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ

Maka pergilah! Niscaya engkau akan mendapatkan pengganti orang yang engkau berpisah dengannya.

Memang, pergi mengembara, meninggalkan kampung halaman dan berpisah dengan orang-orang yang yang dicintai, adalah sesuatu yang berat dan melelahkan, baik secara raga, maupun secara psikologis.

Namun demikian, Imam Syafi’iy berargumen:

“dan bercapek-capeklah, sebab, rahasia kelezatan hidup itu terletak pada capek”!!

Selanjutnya, Imam Syafi’iy menjelaskan argument-argumen kauni terkait dengan “madzhab”-nya ini.

Beliau berkata:

إِنِّيْ رَأَيْتُ وُقُوْفَ الْمَاءِ يُفْسِدُهُ ÷ إِنْ سَاحَ طَابَ وَإنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ

Sesungguhnya, aku melihat diamnya air di suatu tempat, justru menjadikan air itu rusak.

Namun, jika air itu bergerak ke sana kemari, niscaya air itu menjadi baik.

Sebaliknya, jika air itu tidak mengalir, maka air itu tidak menjadi baik.

Ini argumen kauni yang pertama.

وَالْأُسْدُ لَوْلَا فِرَاقُ الْأَرْضِ مَا افْتَرَسَتْ ÷ وَالسَّهْمُ لَوْلَا فِرَاقُ الْقَوْسِ لَمْ يُصِبِ

Argumen kauni imam Syafi’iy yang kedua:

“Dan singa, kalau saja dia tidak mau meninggalkan kampung halamannya, niscaya ia tidak akan dapat mangsa untuk dia makan”.

Argumen kauni imam Syafi’iy yang ketiga:

“Dan anak panah, kalau ia tidak mau berpisah dengan busurnya, niscaya ia tidak akan mengenai sasaran”!!

وَالشَّمْسُ لَوْ وَقَفَتْ فِي الْفُلْكِ دَائِمَةً ÷ لَمَلَّهَا النَّاسُ مِنْ عَرَبٍ وَمِنْ عَجَمِ

Argumen kauni imam Syafi’iy yang ke-empat:

“Dan matahari, seandainya berdiam di angkasa pada satu titik, niscaya orang akan bosan, baik dari kalangan Arab maupun non Arab”.

وَالتِّبْرُ كَالتُّرَابَ مُلْقىًى فِيْ أَمَاكِنِهِ ÷ وُالْعُوْدُ فِيْ أَرْضِهِ نَوْعٌ مِنَ الْحَطَبِ

فَإِنْ تَغَرَّبْ هَذَا عَزَّ مَطْلَبُهُ ÷ وَإِنْ تَغَرَّبْ ذَاكَ عَزَّ كَالذَّهَبِ

“Bahan baku emas yang masih ada di alam, ia tidaklah berbeda dengan debu lainnya.

Kayu harum yang masih hidup di alamnya, dia tidak lebih dari satu kayu biasa.

Namun, saat si kayu harum mati dan meninggalkan hutan, ia menjadi sesuatu yang dicari-cari.

Dan saat bahan baku emas mau mengembara meninggalkan tempat asalnya, ia pun menjadi mulia dan mahal sebagai perhiasan emas”.