Kebersamaan di tekaje

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Rasa ingat dan masih ada diruang mata belajar bersama siswa siswi yang aktifitas nya terarah…. terkadang sampai malam melakukan praktek jaringan… tidak masalah buat mereka… setelah…3tahun kita pun terpisah…

DengAn sedikit foto kenangan bersama siswa…. rasa nya seperti dekat kembali…. semoga mereka diluarsana selalu semangat dlm mengarungi kehidupannya aamiin… ya robbal aa’lamin.

Kurikulum Pendidikan terbaik dalam islam.

INILAH KURIKULUM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA!〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Sebuah Inspirasi untuk mendidik anak-anak masa depan
Seorang Ustadz berceramah menceritakan kisah nyata dari seorang rektor salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang sedang mencari sistem pendidikan terbaik yang dapat menghasilkan dan mencetak generasi yang cerdas, bermartabat dan bisa bermanfaat bagi bangsa dan agama.
Untuk mencari sistem pendidikan terbaik, rektor tersebut pergi ke Timur Tengah untuk meminta nasihat dari seorang ulama terkemuka di sana. 
Ketika bertemu dengan ulama yang ingin ditemuinya, lalu dia menyampaikan maksudnya untuk meminta saran bagaimana menciptakan sistem pendidikan terbaik untuk kampus yang dipimpinnya saat ini.
Sebelum menjawab pertanyaan dari rektor, ulama tersebut bertanya bagaimana sistem pendidikan saat ini di Indonesia mulai dari tingkat bawah sampai paling atas.
👨‍🎓 Rektor menjawab, :

📝 Paling bawah mulai dari SD selama 6 tahun

📝 SMP 3 tahun

📝SMA 3 tahun

📝Diploma 3 selama 3 tahun atau 

📝S1 selama 4 tahun

📝S2 sekitar 1.5 – 2 tahun

📝dan setelah itu S3 untuk yang paling tinggi.”
👳🏻‍♀️ “Jadi untuk sampai S2 saja butuh waktu sekitar 18 tahun ya?” Tanya Sang Ulama.
👨‍🎓 “Iya!!!” , jawab rektor tersebut.
👳🏻‍♀️ “Lalu bagaimana jika hanya lulus sampai di SD saja selama 6 tahun, pekerjaan apa yang akan bisa didapat?” Tanya kembali Sang Ulama.
👨‍🎓”Kalau hanya SD paling hanya buruh lepas atau tukang sapu jalanan, tukang kebun dan pekerjaan sejenisnya.”
“Tidak ada pekerjaan yang bisa diharapkan jika hanya lulus SD di negeri Kami.” Jawab si rektor.
👳🏻‍♀️ “Jika Lulus SMP bagaimana?”
👨‍🎓”Untuk SMP mungkin jadi office boy (OB) atau cleaning service,” jawab kembali si rektor.
👳🏻‍♀️ “Kalau SMA bagaimana?”
👨‍🎓”Kalau lulus SMA masih agak mending pekerjaan nya di negeri Kami, bisa sebagai operator di perusahaan-perusahaan” lanjut si rektor.
👳🏻‍♀️ “Kalau lulus D3 atau S1 bagaimana?” Bertanya kembali Sang Ulama.
👨‍🎓”Klo lulus D3 atau S1 bisa sebagai staff di kantor dan S2 bisa langsung jadi manager di sebuah perusahaan” kata si rektor.
👳🏻‍♀️ “Berarti untuk mendapatkan pekerjaan yang enak di negeri Anda minimal harus lulus D3/S1 atau menempuh pendidikan selama kurang lebih 15-16 tahun ya?”

Tanya kembali sang Ulama. 
👨‍🎓”Iya betul !!!!” jawab si rektor.
👳🏻‍♀️ “Sekarang coba bandingkan dengan pendidikan yang Islam ajarkan!”
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
“Misal selama 6 tahun pertama (SD) hanya mempelajari dan menghapal Al-Qur’an, apakah bisa hapal 30 juz?” Tanya Sang Ulama.
“In syaa Allah bisa” jawab si rektor dengan yakin. 
“Apakah ada hafidz Qur’an di negeri Anda yang bekerja sebagai buruh lepas atau tukang sapu seperti yang Anda sebutkan tadi untuk orang yang hanya Lulus SD?” 

Kembali tanya Sang Ulama. 
“Tidak ada !!!”, jawab si rektor.
“Jika dilanjut 3 tahun berikutnya mempelajari dan menghapal hadis apakah bisa menghapal ratusan hadis selama 3 tahun?”
“Bisa !!!”, jawab si rektor. 
“Apakah ada di negara Anda orang yang hapal Al-Qur’an 30 juz dan ratusan hadis menjadi OB atau cleaning service?”
“Tidak ada !!!”, jawab kembali si rektor.
“Lanjut 3 tahun setelah itu mempelajari tafsir Al-Qur’an, apakah ada di negara Anda orang yang hafidz Qur’an, hapal hadis dan bisa menguasai tafsir yang kerjanya sebagai operator di pabrik?” Tanya kembali ulama tersebut. 
“Tidak ada !!!”_, jawab si rektor. 
Rektor tersebut mengangguk mulai mengerti maksud sang ulama.
“Anda mulai paham maksud Saya?”_
“Ya !!!”_, jawab si rektor.
“Berapa lama pelajaran agama yang diberikan dalam seminggu?”
“Kurang lebih 2-3 jam” jawab si rektor.
Sang ulama melanjutkan pesannya kepada si rektor…
“jika Anda ingin mencetak GENERASI YANG CERDAS, BERMARTABAT, BERMANFAAT bagi bangsa dan agama, serta mendapatkan PEKERJAAN YANG LAYAK setelah lulus nanti, Anda harus merubah sistem pendidikan Anda dari ORIENTASI DUNIA menjadi mengutamakan ORIENTASI AKHIRAT karena jika Kita berfokus pada akhirat in syaa Allah dunia akan didapat. Tapi jika sistem pendidikan Anda hanya berorientasi pada dunia, maka dunia dan akhirat belum tentu akan didapat.
Pelajari Al-Qur’an karena orang yang mempelajari Al-Qur’an, ALLAH akan meninggikan derajat orang tersebut di mata hamba-hambaNya.
“Itulah sebabnya Anda tidak akan menemukan orang yang hafidz Qur’an di negara Anda atau di negara manapun yang berprofesi sebagai tukang sapu atau buruh lepas walaupun orang tersebut tidak belajar sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi karena ALLAH yang memberikan pekerjaan langsung untuk para hafidz Qur’an. Hafidz Qur’an adalah salah satu karyawan ALLAH dan ALLAH sayang sama mereka dan akan menggajinya lewat cara-cara yang menakjubkan. ”
“Tidak perlu gaji bulanan tapi hidup berkecukupan.”
Itulah pesan Sang Ulama kepada rektor tersebut.
Mari kita didik diri dan keluarga kita dengan Sistem Pendidikan Terbaik.

Butir butir pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila.

Pernah menjiwai dan melakukannya dan mengamalkan? 

Sebagai pengingat, aku mau posting butir-butir Pancasila yang sudah agar ada jejak digitalnya.
*BUTIR-BUTIR PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA*

  

Lima asas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan, sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.
Butir-butir Pancasila ditetapkan dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa.
*I. SILA PERTAMA : KETUHANAN YANG MAHA ESA*
1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama & penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.

3. Saling hormat-menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
*II. SILA KEDUA : KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB*
1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.

2. Saling mencintai sesama manusia.

3.Mengembangkan sikap tenggang rasa.

4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.

5. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

7. Berani membela kebenaran dan keadilan.

8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu kembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
*III. SILA KETIGA : PERSATUAN INDONESIA*
1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.

3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.

4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia.

5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
*IV. SILA KEEMPAT : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN*
1.Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat.

2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.

3.Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.

5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.

6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
*V. SILA KELIMA : KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA*
1.Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.

2. Bersikap adil.

3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

4. Menghormati hak-hak orang lain.

5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.

6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.

7. Tidak bersifat boros.

8. Tidak bergaya hidup mewah.

9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

10. Suka bekerja keras.

11. Menghargai hasil karya orang lain. 

12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
*Sebarkan, jangan berhenti di kamu.*

*#PekanPancasila*